Jumat, 10 April 2015

Kepemimpinan

Ø  Arti penting kepemimpinan

Kepemimpinan adalah perilaku seorang individu yang memimpin aktivitas – aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang akan dicapai bersama / shared goal (Hamhiel and Coons).
Sebagai hubungan antara anggota – anggota organisasi dan pemimpin, maka kepemimpinan berlangsung atas dasar adanya saling membutuhkan dan minat yang sama dalam rangka mencapai tujuan. Wahjosumidjo (1987) menjelaskan bahwa butir – butir pengertian dari berbagai kepemimpinan pada hakikatnya memberikan makna :

1.      Kepemimpinan adalah suatu yang melekat paa diri seorang pemimpin yang berupa sifat – sifat tertentu seperti kepribadian (personality), kemampuan (ability) dan kesanggupan (capability).
2.  Kepeimpinan adalah rangkaian kegiatan (activity) pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan (posisi) serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri.
3.  Kepemimpinan adalah sebagi proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, pengikut dan situasi.     

Sumber :

Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP – UPI, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, Bandung, PT Imperial Bhakti Utama, 2007.


Ø  Tipologi Kepemimpinan

Dalam teori kepemimpinan sedikitnya terdapat enam tipologi kepemimpinan yang dikenal dewasa ini,yaitu :

a.       Tipe Otoriter
Adalah tipe pemimpin yang berbagai kegiatan yang akan dilakukan dan penetapan keputusan ditentukan sendiri oleh pemimpin semata – mata. (Tidak memberi kesempatan pada bawahan).
b.      Tipe Demokratis
Adalah tipe pemimpin yang berbagai kegiatan yang akan dilakukan dan penetapan keputusan ditentukn bersama antara pemimpin dengan bawahan. (Memberi kesempatan partisipasi pada bawahan).
c.       Tipe Liberal
Adalah tipe pemimpin yang berbagai kegiatan dan penetapan keputusan lebih banyak diserahan pada bawahan. (Memberi kebebasan pada bawahan).
d.      Tipe Populis
Adalah tipe pemimpin yang mampu membangun rasa solidaritas pada bawahan atau pengikutnya.
e.       Tipe Kharismatik
Adalah tipe pemimpin yang memiliki nilai ciri khas kepribadian yang istimewa atau wibawa yang tinggi sehingga sangat dikagum dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap bawahan atau pengikutnya.
f.       Tipe Kooperatif
Dimaksudkan sebagai kepemimpinan ciri khas Indonesia, yaitu kepemimpina  yang memiliki jiwa pancasila, yang memiliki wibawa dan daya untuk membawa serta memimpin masyarakat lingkungannya kedalam kesadaran kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.

Dalam pengembangannya, disamping enam tipologi tersebut, dikenal juga tipologi kepemimpinan sebagai berikut :

1.      Tipe Tertutup
Adalah tipe pemimpin yang tidak menginformasikan keadaan organisasi kepada para bawahan atau pengikut walaupun dalam batas – batas tertentu.
2.      Tipe Terbuka
Adalah tipe pemimpin yang menginformasikan keadaan organisasikepaa para bawahan, sehingga bawahan dalam batas – batas tertentu mengetahui keadaan organisasi.
3.      Tipe Moderat
Adalah tipe pemimpin yang berorientasi pada iman, ilmu, amal serta berwawasan lingkungan dan visi masa depan.

Sumber :

Soekarsono Iskandar Putong, Kepemimpinan (kajian teoritis dan praktis), Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2015.  

Ø  Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan

Ada 6 faktor yang mempengaruhi suatu kepemimpinan, yaitu ;
1.      Kepribadian, pengalaman masa lampau dan harapan dari pemimpin yang bersangkutan.
2.      Harapan dan perilaku atasan
3.      Karakteristik, harapan dan perilaku bawahan,
4.      Persyaratan tugas,
5.      Kultur dan kebijakan organisasi
6.      Harapan serta perilaku rekan kerja

Faktor - faktor yang mempengaruhi kepemimpinan dalam organisasi menurut Davis ada empat faktor, yaitu :

a.       Kecerdasan     : seorang pemimpin harus mempunyai kecerdasan yang melebihi para
anggotanya
b.    Kematangan dan keluasan social (Social manutary and breadth) : seorang pemimpin biasanya memiliki emosi yang stabil, matang, memiliki aktivitas dan pandangan yang cukup matang.
c.      Motivasi dalam dan dorongan prestasi (Inner motivation and achievement drives) : dalam diri seorang pemimpin harus mempunyai motivasi dan dorongan untuk mencapai suatu tujuan.
d.   Hubungan manusiawi : pemimpin harus bisa mengenali dan menghargai para anggotanya Menurut Greece, di dalam suatu organisasi, hubungan antara bawahan dengan pimpinan bersifat saling mempengaruhi.

Sumber :

Achmad S. Rucky, Sukses sebagai manajer professional tanpa gelar MM atau MBA, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2002.
Erlangga Bachtera, Faktor yang mempengaruhi kepemimpinan, http://erlanggaba.blogspot.com/2013/06/faktor-yang-mempengaruhi-kepemimpinan.html, 10 April 2015, 23.15.

Ø  Implikasi Manajerial Kepemimpinan dalam Organisasi

Kepemimpinan memainkan peran sentral dalam usaha memahami perilaku kelompok, karena pemimpinlah yang biasanya memberikan pengarahan untuk mengejar tujuan. Karena itu, capabilitas prediktif yang lebih akurat jadi sangat bermanfaat untuk memperbaiki kinerja kelompok.
Pencarian awal untuk menemukan serangkaian sifat kepemimpinan yang universal telah menemui kegagalan. Namun, usaha lebih mutakhir dengan menggunakan kerangka kepribadian. Secara khusus, sifat ekstraversi, kehati-hatian dan keterbukaan terhadap pengalaman memiliki hubungan yang kuat dan konsisten dengan kepemimpinan. Sumbangan utama dari pendekatan perilaku adalah mengerucutnya kepemimpinan ke dalam gaya yang berorientasi tugas dan yang berorientasi manusia.

Sumber :

Stephen P. Robbins dan Timothy A. Ludge, Perilaku Organisasi, Jakarta, Salemba Empat, 2008.


Daftar Pustaka

Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP – UPI, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, Bandung, PT Imperial Bhakti Utama, 2007.
Soekarsono Iskandar Putong, Kepemimpinan (kajian teoritis dan praktis), Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2015.  
Achmad S. Rucky, Sukses sebagai manajer professional tanpa gelar MM atau MBA, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2002.
Erlangga Bachtera, Faktor yang mempengaruhi kepemimpinan, http://erlanggaba.blogspot.com/2013/06/faktor-yang-mempengaruhi-kepemimpinan.html, 10 April 2015, 23.15.
Stephen P. Robbins dan Timothy A. Ludge, Perilaku Organisasi, Jakarta, Salemba Empat, 2008.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar